"SELAMAT DATANG DI AKHSANUR BLOG TEMPAT NONGKRONG ANAK RADIOLOGI."

ATRO WIDYA HUSADA

Senin, 26 Juli 2010

Teknik Pemeriksaan Kedokteran Nuklir (Myocardial Perfusion/Sidik Jantung Statik)

1. PENGERTIAN
Disebut juga pemeriksaan Perfusi Miokardial atau Sintigrafi Jantung Statik atau Cold Spot Tecnique atau Thallium atau MIBI atau Myoview adalah salah satu jenis pemeriksaan kedokteran nuklir pada organ jantung yang berfungsi untuk mendeteksi aliran darah pada otot – otot jantung.

2. INDIKASI
• Evaluasi penderita dengan keluhan nyeri dada yang disertai gambaran EKG abnormal.
• Untuk penentuan viabilitas yang digunakan sebagai dasar penentuan stratifikasi risiko dan prognosis serta pemilihan terapi yang tepat.
• Untuk seleksi penderita yang memerlukan tindakan revaskularisasi, baik dengan cara operasi atau angioplasti.

3. PERALATAN
• SPECT (Single Photon Emission Computed Tomography).
• PECT (Positron Emission Computed Tomography).

4. RADIOFARMAKA
a. Thallium – 201 Chloride (Tl–201 Chloride) dengan dosis 2 – 3 mCi.
b. Tc-99m MIBI atau Tetrofosmin dengan dosis 25 mCi

5. PERSIAPAN PASIEN
• Tidak ada persiapan khusus.
• Inform Concent / Lembar persetujuan tindakan.
• Sebelum dilakukan pemeriksaan, pasien disarankan untuk memindahkan perhiasan atau logam lain yang dikenakan karena dapat mempengaruhi proses pencitraan.
• Penderita dilarang minum teh, kopi atau coklat dari malam sebelum pemeriksaan.

6. PROSEDUR PEMERIKSAAN
• Radiofarmaka disuntikkan secara bolus intravena melalui vena mediana cubiti.
• Setelah radiofarmaka disuntikkan, lalu pasien dianjurkan untuk melakukan latihan (stress/exercise) dengan alat treadmill sampai maksimal dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas kardiovaskuler dan tekanan pada jantung.
• Segera dilakukan pengambilan gambar dalam kondisi stess dengan posisi supine di atas meja pemeriksaan.
• Pengambilan gambar selanjutnya dilakukan 2 – 3 jam untuk menentukan distribusi radiofarmaka pada kondisi non stress (rest).

7. EVALUASI HASIL
Normal
Distribusi radiofarmaka yang normal pada kedua kondisi stress maupun relaksasi (rest).

Abnormal
• Jika pada kedua kondisi mengalami non-perfusi, maka dicurigai infark myocardium.
• Bila ditemukan daerah yang abnormal perfusi pada kondisi stress, sedangkan normal pada kondisi relaksasi maka dicurigai adanya iskemia di bawah stress.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar