"SELAMAT DATANG DI AKHSANUR BLOG TEMPAT NONGKRONG ANAK RADIOLOGI."

ATRO WIDYA HUSADA

Minggu, 25 Juli 2010

MACAM-MACAM RADIASI

RADIASI

Radiasi dibagi menjadi 2 :
1.Radiasi non ionisasi (Non ionizing radiation)
2.Radiasi Ionisasi (Ionizing radiation)


A. RADIASI NON IONISASI

Pengertian :
Radiasi non ionisasi adalah radiasi dengan energi yang cukup untuk mengeluarkan elektron atau molekul tetapi energi tersebut tidak cukup untuk membentuk /membuat formasi ion baru (Handley,1997)

Jenis Radiasi non ionisasi :
Radiasi ini berupa gelombang elektromagnetik seperti gelombang mikro (microwave), sinar ultra violet, sinar infra merah & sinar laser

1. RADIASI GELOMBANG MIKRO (MICROWAVE)

Dihasilkan dari perlambatan elektron pada medan listrik, kegunaannya untuk gelombang radio, televisi, radar dan alat-alat industri.

radiasi microwave :
sepanjang beberapa mm semua diserap kulit
sepanjang beberapa cm sebagian diserap kulit sebagian menembus ke dalam tubuh


Efek pada tubuh :
stadium permukaan : astenia bersifat reversibel bila radiasi terhenti
stadium menengah & lanjut : neurovaskuler, gangguan kadar albumin, histamin dalam serum darah, karsinoma

Bell telephone laboratories menetapkan bahwa untuk frekuensi 300 - 30.000 MHz tidak boleh dilampaui 10 mw/cm2, dengan tingkat kekuatan
> 10 mw/cm2 : berbahaya
1-10 mw/cm 2 : hati-hati bisa terjadi radiasi
< 1 mw/cm 2 : aman

Alat ukur radiasi :
1.IAMP-1 : mengukur intensitas radiasi berupa kekuatan komponen listrik & magnetik dari lapangan dengan frekuensi tinggi.
2.PO -1 : mengukur kuat arus pada lapangan elektromagnetik dengan frekuensi lebih tinggi .



2. RADIASI SINAR ULTRA VIOLET


Sinar UV mempunyai panjang gelombang antara 240 nm - 320 nm. Sumber : sinar matahari, kegiatan pengelasan, lampu pijar, pekerjaan laser.

Paparan UV bisa berakibat:
iritasi mata (conjungtivitis fotoelektrika), mata berair/lakrimasi dan penderita menghindari paparan cahaya. Tetapi gejala ini akan kembali normal dalam beberapa hari.
Kulit merah terbakar (erythema). Pigmen kulit dapat melindungi dari sinar UV. Pada paparan kronis UV dapat merusak struktur kulit dan menyebabkan kulit mengalami penuaan dini dan kanker kulit.

Pekerja yg berisiko :
pekerja yang selalu terpapar sinar matahari, menggunakan pakaian lengan pendek & celana pendek terutama bila bekerja di musim panas.
Pekerja dalam ruang dimana lampu UV digunakan untuk membunuh bakteri : perawat, tukang daging, penjamah makanan, tukang daging, pekerja pabrik obat & tembakau dan tukang las.

Pencegahan :
Memakai kaca mata anti UV
lotion sunblock


3. RADIASI SINAR INFRA MERAH

Dihasilkan oleh benda pijar seperti dapur atau tanur atau bahan pijar lain.

Efek pada pekerja:
menyebabkan katarak pada lensa mata




Pencegahan :
memakai kaca mata kobalt biru pada waktu menuangkan cairan logam
pemeriksaan kesehatan secara periodik pada pekerja di tempat pengerjaan benda pijar


4. RADIASI SINAR LASER

Sinar laser adalah emisi energi tinggi yang dihasilkan dari kegiatan pengelasan, pemotongan, pelapisan, pembuatan mesin mikro dan operasi kedokteran

Bahan yg digunakan agar menghasilkan sinar laser:
Bahan laser gas ( helium, Neon, argon, CO2, N2 +), laser kristal padat dan laser semi konduktor

Efek pada pekerja :
kerusakan retina & menyebabkan kebutaan
kelainan kulit

Batas aman radiasi :
kulit : 1,0 W/cm 2
mata : 0,001 W/cm 2 pada diameter pupil 3 mm dan 0,002 W/cm 2 pada diameter pupil 7 mm.


B. RADIASI ION

Pengertian :
radiasi elektromagnetik atau partikulat dengan energi yang cukup untuk menghasilkan ion saat berinteraksi dengan atom-atom dan molekul.

Jenis ion :
1.proton
2.neutron
3.elektron
4.sinar α (alpha)
5.sinar β (betha)
6.sinar γ (gamma)

7.sinar x

Karakteristik radiasi ion :
1. sinar α
bermuatan positif 2, terdiri atas 2 proton & 2 neutron dan berinti helium
kecepatannya ½ kecepatan cahaya
efektif memproduksi pasangan ion (di udara memproduksi 30.000-100.000 pasangan ion)
radiasi dari luar tubuh tidak bisa menembus kulit, tapi bila emisinya masuk dalam tubuh & memproduksi banyak pasangan ion dapat menyebabkan kerusakan lokal di kulit
2. sinar β
bermuatan negatif 1
kecepatannya mencapai kecepatan cahaya
di udara memproduksi 200 ion
radiasi yang diakibatkan dapat menembus beberapa cm dari jaringan otot

3. sinar X dan sinar γ
merupakan energi murni, tdk mempunyai massa maupun muatan
energi emisinya diukur dengan frekuensi atau panjang gelombang, energi terbesar terkumpul dengan frekuensi tertinggi(panjang gelombang terpendek)
mempunyai daya penetrasi
sinar γ energinya lebih tinggi daripada sinar X
sinar x terbentuk dari energi listrik yang sangat tinggi yang dipancarkan diantara katoda dan anoda dalam sebuah tabung hampa, berkas elektron yang dipancarkan dari katoda ke anoda disebut sinar x

4. Neutron
diemisi dari beberapa energi
mempunyai daya penetrasi
tidak dapat memproduksi pasangan ion di udara atau di jaringan karena tidak bermuatan
efek ionisasinya disebut secondary emmisions

Paparan radiasi ion
1.Paparan natural : manusia secara terus menerus terpapar emisi radioaktif karena atom yang ada di sekeliling kita.
2. Di tempat kerja :
Radioaktif digunakaan sebagai alat pendeteksi/penelusuran atau penelitian di laboratorium & deteksi diagnostik di rumah sakit
Radiasi sinar γ digunakan untuk membunuh sel : bakteri & fungi di industri pengemasan makanan dan membunuh sel tumor

Pengukuran radiasi ion
Pengukuran radiasi didasarkan atas 2 prinsip :
1.mengukur tingkat produksi ionisasi dalam bentuk gas
2.mengukur jumlah sinar yang dihasilkan ketika cairan atau kristal diradiasi

Alat ukur radiasi :
1. Geiger Muller counters
sering digunakan sebagai alat untuk mengukur radiasi berdasar pada ionisasi gas
berbentuk portable dengan tenaga baterai
digunakan untuk mengukur lingkungan kerja
dapat mengukur β, γ dan sinar x
2. Scintillation counters
digunakan untuk melihat sinar yang keluar dari cairan atau kristal saat bertabrakan dengan emisi radioaktif
jumlah sinar diukur menggunakan photomultiplier yang menunjukkan emisi radioaktif
biasa digunakan di laboratorium
3. Dosimeters
digunakan untuk mengukur paparan radiasi pada pekerja
ada tiga macam :
a.film badge
b.TLD (thermoluminescense Dosimeter) : berisi cip dari lithium fluorida
c.Pocket dosimeter : berbentuk seperti pena dengan kamar ionisasi saku yang sederhana

Satuan Radioaktivitas
1.satuan emisi : becquerel (Bq) dan Curie (Ci)
1 Bq = 1 dps (disintegration per second)
1 Ci = 3.7 x 10 10 dps
pada GM counter satuan yang digunakan cpm (count per minute) atau cps (count per second)
2.satuan energi :
roentgen ( 83 erg/g di udara)
rad (100 erg/g di jaringan)
rem (rad x faktor kualitas radiasi x faktor distribusi di jaringan)

Baku mutu / standar pemaparan

Tabel 1.
Daftar limit dosis radiasi yang boleh diterima
pekerja dan masyarakat
Organ/jaringan
Maksimum Permisible Dose (MPD) untuk pekerja radiasi
MPD untuk
masyarakat
Gonad, lensa mata, sumsum tulang
5 rem/thn atau 3 rem/3bln
0,5 rem/thn
Kulit, tulang, thyroid
30 rem/thn atau 8 rem/ 3 bulan
3 rem/thn
Tangan lengan kaki
75 rem/tahun atu 15 rem/3 bulan
7,5 rem/thn
Organ lain
15 rem/tahun atau 4 rem/3 bulan
1,5 rem/thn
(rekomendasi International Comission Radiation Protection-ICRP)
Bahaya Radiasi

Masuknya zat radioaktif ke dalam tubuh dapat melalui :
1.pernafasan atau menghirup udara yang terkontaminasi
2.mulut atau pencernaan
3.kulit luka
4.penyinaran langsung lewat kulit

Tabel. 2
Efek dosis radiasi pada tubuh
Tingkat Dosis(rads)
Efek kesehatan
1


10

102

103



104


106
Tidak ada efek bagi kesehatan dalam waktu pendek

Efek pada perkembangan embrio

Penurunan jumlah sel darah putih

Kerusakan gastro intestinal, muntah, diare, penekanan produksi sel darah, mati dalam 1-2 minggu

Kerusakan sistem syaraf, coma dan mati dalam 1-2 hari

Sel padat mati, mati dengan cepat
(sumber scott, 1995)

Cara pemberian sinar X
1.Penyinaran akut
Yaitu penyinaran dosis tinggi dalam waktu singkat, sering terjadi pada kecelakaan atau bom atom : efek biologis bisa seketika maupun tertunda


2.penyinaran kronis
yaitu penyinaran dosis rendah tetapi sering, menimbulkan efek tertunda

Cara Pencegahan
1.Menghilangkan bahaya: memindahkan pekerja & tidak lagi bekerja dengan radiasi
2.mengawasi bahaya: penetapan desain & peralatan yang tepat untuk mengurangi bahaya
3.mengawasi pekerja. Faktor yang dapat digunakan untuk mengurangi paparan pada pekerja adalah:
a.faktor waktu : gunakan waktu sesingkat mungkin di medan radiasi sesuai kebutuhan saat bekerja
b.faktor jarak : dosis radiasi berbanding terbalik dengan kuadrat jarak sumber radiasi
c.faktor pelindung : keefektifan pelindung ditentukan interaksi radiasi dengan atom bahan pelindung
4.gunakan shielding : dari bahan timah untuk proteksi radiasi

Pustaka:
1.Scot, Ronald M, 1995, Introduction to industrial Hygiene, Lewis publisher, London
2.Handley, W. 1997, Industrial safety handbook, Mc. Graw Hill company, London
3.Suma’mur PK, 2000, Higene Perusahaan dan Keselamatan Kerja, CV. Mas Agung, Jakarta
4.Budiono , Sugeng dkk, 2003, Bunga Rampai Hiperkes dan KK, edisi kedua, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar